bisnis kuliner unikMembuka bisnis kuliner unik agaknya selalu menjadi pilihan utama bagi banyak pelaku usaha. Bagaimana tidak, Anda tidak harus punya modal besar untuk mengawalinya.

Anda juga tidak harus jago masak, selama menu yang Anda tawarkan memang menu andalan Anda yang terkenal lazis, tak masalah.

Toh Anda tidak harus membuka catering yang butuh dengan keahlian memasak yang beragam. Kalaupun Anda tidak bisa mengandalkan masakan Anda sendiri, menggunakan jasa tukang masak yang sudah mumpuni juga bisa jadi pilihan yang cukup baik.

Bicara soal pilihan, membuka usaha kuliner juga sangat fleksibel. Ada banyak pilihan usaha kuliner yang bisa Anda jalankan. Salah satunya usaha satu ini.

Baca Juga : Usaha Modal 10 Juta? Buat Siomay Warung Tenda

Yakni usaha warung makan laksa ala Betawi. Jadilah Anda tidak hanya buka bisnis kuliner yang unik, tetapi juga ikutan melestarikan selera nusantara. Bagus kan?

Tetapi tunggu sebentar, Anda tahu laksa kan? Kalau Anda lahir dan asli orang Melayu atau Anda bertempat tinggal di kawasan Bandung atau Bogor, bisa jadi Anda cukup familier dengan menu satu ini. Laksa sebenarnya adalah menu masakan kombinasi gaya Melayu dan peranakan.

Isinya adalah soun, tauge, udang, ketupat, mie bundar, dan kuah santan kaldu yang kental dan segar. Sepertinya Anda juga tergoda untuk mencicipi menu yang satu ini kan?

Nah, kalau laksa Betawi sih sebenarnya tidak banyak beda sama laksa pada umumnya. Hanya sedikit perbedaan pada bumbu dan jenis mie saja. Kalau laksa betawi pakai mie bihun dan tanpa mie bundar. Tapi masalahnya, menu khas satu ini sudah sangat langka di Jakarta.

Karena kelangkaannya inilah yang membuat Darussalam Isa, seorang pengusaha kuliner, membuka bisnis kuliner unik yang satu ini dengan nama warung laksa Bang Darus. Makanya jangan heran warung laksa Bang Darus di kawasan Kebayoran Lama, tidak pernah kehabisan pembeli.

Rasa laksa yang sangat khas, cara memasak yang tradisional dan tentu saja harga yang tergolong murah meriah hanya Rp 8 ribu membuat pelanggan datang terus-terusan ke warung Bang Daus ini.

Saat ini usaha laksa ini sudah dijalankan oleh keturunan kedua yakni Nufi Salam putra dari Darussalam Isa, sang perintis usaha ini. Usaha ini berawal pada tahun 70an, tapi sempat kolaps pada akhir 1990an pada saat itu kios yang lama terpaksa harus di gusur. Akhirnya usaha diteruskan oleh sang anak. Dari awal kembali.

Dengan modal hanya 2 juta kala itu, Nufi nekad memutuskan untuk menyewa sebuah ruko kecil di Kebayoran Lama dan kembali membuka usaha kuliner unik Laksa milik orang tuanya. Akhirnya secara perlahan konsumen mulai berdatangan.

Karena masakan jenis ini termasuk makanan yang langka, jadilah laksa Bang Darus laku keras. Persaingannya terbilang cukup kecil.

Baca Juga : Usaha Nasi Goreng Dan Seluk Beluk Inovasinya

Tapi meski begitu Nufi tetap harus berusaha cukup keras pada awal usahanya demi mendatangkan kembali pelanggan, karena setelah absen sekian lama dan terpaksa berpindah lokasi usaha ini kehilangan banyak pelanggan lama mereka. Berikut beberapa tips usaha dari Nufi.

  1. Menghubungi Pelanggan Lama

Meski sebagian sudah kehilangan kontak, tapi ada beberapa pelanggan setia yang masih berhubungan secara personal dengan keluarga Bang Darus. Pelanggan setia ini adalah orang-orang pertama yang mendapat promosi ketika warung laksa baru dibuka. Mereka secara ketok tular mempromosikan laksa Bang Darus ke rekan dan kolega.

  1. Bekerjasama dengan Catering

Pada saat itu jasa catering pernikahan dengan gaya gubukan sudah trend. Jadi Nufi menawarkan produk miliknya untuk mengisi gubukan ke berbagai catering di seputar Jakarta.

Cara ini sangat efektif dan berhasil mendongkrak penjualan dengan cepat. Pada saat acara pernikahan, Nufi tak lupa memberikan kartu nama pada para tamu supaya datang dan berkunjung ke warung laksa miliknya.

  1. Menjaga Kualitas

Hingga saat ini, tidak ada satupun yang dirubah atau dikurangi dari laksa Bang Darus, baik itu bumbu atau isian. Nufi juga tetap menjaga kualitas bahan baku dan tidak ragu menggunakan cara masak tradisional dengan arang demi memuaskan pelanggan.

Kini dalam satu hari tak kurang dari 200 mangkuk laksa terjual di warungnya. Usaha kuliner ini masih harus melayani pesanan partai besar dari catering-catering rekanan.

Omset perbulannya mencapai 70 juta dengan margin sekitar 25 %. Angka yang menakjubkan dari sebuah bisnis kuliner unik yang pernah jatuh. Anda tertarik juga menjalankan bisnis kuliner yg menjanjikan ini?

(sumber gambar artikel bisnis kuliner unik : www.malangcorner.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five + 5 =