ide bisnis rumahanBila Anda berdomisili di kawasan Jawa pasti sangat familiar dengan ikan lele. Pasalnya ikan berkumis satu ini memang salah satu peluang usaha rumahan yang banyak dibudidayakan di berbagai kawasan dan menjadi salah satu komoditas air tawar paling populer di pulau Jawa.

Selama ini kebanyakan orang memanfaatkan lele sebagai bahan baku usaha pecel lele yang memang tersebar luas di sepanjang kawasan Jawa.

Namun dari lele pula Anda bisa mengembangkan alternatif ide bisnis rumahan yang potensial dan tak kalah banyak penggemarnya yang merupakan usaha rumahan yang menjanjikan, yakni usaha abon ikan lele.

Baca Juga : Peluang Bisnis Modal Kecil dengan Kerupuk Kulit Ikan

Bila kebanyakan orang mengenal abon berasal dari daging sapi, maka kali ini Anda bisa menawarkan produk menarik abon dari daging ikan lele.

Daging lele yang lembut dan halus juga membuat abon ikan lele bertekstur lebih halus dan sama sekali tidak liat. Rasa khas ikan lele yang gurih masih sangat kentara namun diserta aroma rempah dan bumbu yang membuatnya terasa lebih nikmat.

Kisah Bisnis Rumahan Ibu Rumah Tangga : Usaha Abon Ikan Lele Bu Kartinah

Adalah ibu Kartinah, seorang ibu paruh baya yang menjalankan bisnis rumahan yang menguntungkan ini sejak 3 tahun lalu di kawasan Wates.

Kisah memulai usaha rumahan abon ikan lele ini diawali dari masalah yang dihadapi sang suami, Hartadi dengan dua adiknya yang menggeluti jenis bisnis rumahan yaitu perikanan lele.

Usaha kolam ikan lele yang dijalankan 3 bersaudara ini berjalan sangat lancar, dalam satu bulan setidaknya 800 kilo ikan lele berhasil Hartadi panen dari 18 buah kolam yang dimilikinya. Dalam satu bulan Hartadi memperoleh hasil bersih sampai sekitar 9 jutaan yang dibagi rata untuk 3 orang.

Baca Juga : Usaha yang Menguntungkan dengan Bumbu Masak Powder

Hanya saja ada satu masalah, setiap panen selalu saja ada ikan yang terpaksa diafkir karena alasan ukuran yang tidak sesuai standar. Biasanya ikan lele yang laku dipasaran sekitar berbobot  100 gram sampai 130 gram perekornya. Bila ukuran lele dianggap terlalu besar, maka ikan lele akan diafkir dan dikembalikan pada petani.

Masalah muncul ketika tanpa disadari mereka sampai harus menyisihkan satu kolam untuk menyimpan ikan afkiran yang semakin lama semakin menumpuk itu. Hartadi sedikit kesulitan menjual ikan lele besar ini dengan alasan dagingnya juga sudah terlalu liat untuk pembeli olah menjadi hidangan.

Dari sanalah muncul ide di benak Kartinah sebagai peluang bisnis rumahan, sang istri untuk membantu mengentaskan masalah yang dihadapi suami dan kedua iparnya. Kebetulan tanpa sengaja, Kartinah menemukan resep pembuatan abon ikan lele dari sebuah majalah. Dengan beberapa kali ujicoba akhirnya Kartinah percaya diri menemukan teknik pembuatan paling tepat untuk memproduksi abon ikan lele secara massal.

Bermodal setidaknya 2 jutaan untuk membeli peralatan masak ukuran besar dan spinning saringan minyak, Kartinah memulai usaha abon ikan lelenya. Pada awalnya Kartinah hanya mengolah 3 kilo lele setiap harinya dan menjual hasil produksinya ke pasar-pasar tradisional terdekat.

Rupanya ide bisnis rumahan Kartinah ini membuahkan hasil. Malah dalam 4 bulan Kartinah sudah mampu menjual sampai 8 kilo tiap harinya. Sampai Kartinah harus memperkerjakan setidaknya 3 orang tenaga kerja tambahan untuk membantunya dalam proses produksi, pengemasan dan pengiriman produk ke pasar.

Pada awal usahanya Produk abon ikan lele buatan Kartinah dikemas dalam wadah plastik tebal ukuran 250 gram dengan harga jual sebesar Rp 15 ribu. Belakangan setelah 3 bulan usaha berjalan, Kartinah juga mengemas abon ikan lele dengan kemasan stopless plastik ukuran 450 gram seharga Rp 40 ribu.

Melihat perkembangan usaha sang istri, tercetus ide dalam benak Hartadi untuk menitipkan produk abon ikan lele ini ke beberapa toko pusat oleh-oleh di kota Yogyakarta dan kawasan Wates. Namun rupanya diperlukan sertifikat perijinan dan BPPOM untuk bisa menjual pada pasar yang lebih luas.

Setelah mengeluarkan uang sebesar Rp 700 ribu untuk mengurus semua sertifikasi tadi, abon ikan lele buatan Kartiah dengan merek Abon Ikan Lele Harkat yang diambil dari nama kedua pemiliknya, mulai memasuki pasar yang baru. Produk abon ikan lele ini mulai memasuki toko oleh-oleh besar di seluruh Yogya. Produksi Kartinah meningkat pesat sampai 12 kilo tiap hari.

Untuk memenuhi target produksi, Hartadi sampai mensuplai sendiri kebutuhan ikan lele untuk usaha abon ikan lelenya. Beberapa kolam dengan sengaja khusus untuk memelihara ikan untuk pembesaran sampai ukuran 500 sampai 700 gram perekor. Ukuran ini adalah ukuran ikan ideal untuk pembuatan abon ikan lele.

Karena pada usia ini daging ikan lele sudah cukup liat sehingga menghasilkan abon yang berkualitas. Tidak terlalu halus tetapi tidak liat seperti abon daging sapi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here