karakter pemimpin bisnisBagi Anda yang sudah pernah menjalankan sebuah bisnis, pasti Anda tidak akan asing dengan yang namanya masalah.

Permasalahan itu bisa dalam berbagai bentuk, mulai dari kehadiran pesaing, menurunnya minat pembeli hingga persoalan bahan baku dan produksi.

Sebagai pemimpin dari bisnis Anda, menghadapi permasalahan bisnis memerlukan jiwa yang khusus. Setidaknya itu yang dikatakan Eka Sari Lorena Surbakti, chief Lorena Grup.

Beliau mengatakan bahwa bukan seorang bos yang mampu mengatasi permasalahan bisnis, tetapi seorang pemimpinlah yang bisa mengatasi permasalahan bisnis.

Apa beda bos dengan pemimpin? Kalau karyawan Anda bisa menceritakan kehebatan Anda dalam tempo 10 menit bahkan kurang, Anda bisa jadi seorang pemimpin. Tapi kalau karyawan Anda kesulitan menemukan kelebihan Anda, mungkin Anda seorang bos.

Baca Juga : Belajar Bisnis Pemula Dari Game Dinner Dash

Bos, hanya orang yang berada pada tampuk teratas. Kerjanya hanya menunjukan menyuruh. Sangat mudah dijilat, karena memang cenderung suka dilayani. Ketika permasalahan datang, ia lebih sering marah dan menuding karyawanlah sebagai biang keroknya. Mereka hanya ingin “tahu beres” dan tidak perduli dengan prosesnya.

Kalau pemimpin, sangat berbeda. Pemimpin memiliki kepercayaan yang tinggi dan mampu mengendalikan keadaan. Dan menurut Eka Sari, ada beberapa sifat pemimpin yang seharusnya ada pada setiap pribadi pengusaha.

Seperti apa karakteristik wirausaha terkait sifat-sifat pemimpin tersebut? Berikut ini sifat dan sikap pengusaha sukses menurut Eka Sari Lorena Surbakti :

  1. Memiliki kepercayaan.

Anda harus punya sikap percaya pada karyawan Anda untuk menjalankan bisnis Anda dengan cara mereka. Jangan terlalu khawatir Anda akan dirugikan. Sikap percaya ini akan mendorong karyawan lebih menghargai Anda selain menanamkan jiwa innovator dan berani

  1. Memiliki empati dan membangun hubungan dengan karyawan.

Menjadi seorang pemimpin tidak boleh selalu bersembunyi di balik data dan berkas. Disini Anda berkepentingan untuk selalu berhubungan dengan karyawan Anda. Karyawan yang merasa dekat dengan pimpinannya akan tergugah untuk mempunyai rasa memiliki.

Rasa ini akan memicu kecintaan dan kerelaan bekerja lebih baik lagi untuk Anda. Ketika terjadi kesalahan, Anda bukan justru langsung melemparkan hukuman, tapi coba Anda telusuri permasalahan hingga Anda menemukan alasan dibalik langkah salah mereka dan coba cari solusi bersama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here