memulai usaha waralabaSebelum artikel ini, bukausahayuk.com sudah membahas bagian pertama dari 7 langkah memulai usaha waralaba menurut mark Siebert, salah seorang pakar Franchise dunia.

Pengalamannya dalam dunia franchise sudah pasti tidak perlu Anda ragukan. Terlebih dengan posisinya kini sebagai CEO iFranchise Group, sebuah grup dari beragam bisnis franchise di AS, termasuk bisnis franchise minuman.

Dan pada artikel sebelumnya, bukausahayuk.com sudah membahas mengenai tahap awal dalam memulai usaha franchise, yakni tahap persiapan.

Nah, setelah Anda mempersiapkan pondasi awal bisnis waralaba tersebut, kini saatnya Anda harus mengubahnya menjadi sistem franchise. Saat inilah Anda siap untuk masuk ke langkah selanjutnya, yaitu langkah ke-2 hingga ke-7.

  1. Buat Perhitungan Keuangan
    Sebelumnya pada tahap persiapan saya sudah menyinggung soal keuangan, terutama soal persiapan sistem dan penyusunan track record. Tapi dalam tahap tersebut saya juga menyebut soal permodalan. Nah di sini Anda akan menjalankan proses perhitungan untuk mengetahui biaya yang harus Anda siapkan untuk sebuah booth. Dari sinilah Anda nantinya akan menentukan besaran biaya yang harus franchisee tanggung.
  2. Buat peraturan dan model
    Setelah Anda mempersiapkan bisnis Anda untuk masuk pada dunia franchise, artinya di sini asumsi saya Anda sudah memiliki produk, konsep dan manajemen yang franchise ready. Anda tinggal membuat model franchise yang sesuai dengan produk dan target market. Anda harus menentukan sistem duplikasi, aturan-aturan, sistem pelatihan, nilai pembayaran yang dibebankan pada franchisee,  fasilitas yang Anda berikan, back up Anda terhadap franchisee, hingga sistem pengawasan dan evaluasi. Model franchise ini akan menentukan tinggi atau tidaknya minat pelaku usha membeli hak franchise Anda juga menjamin keamanan dan keselamatan usaha Anda nantinya.
  3. Legalkan bisnis
    Untuk memberikan jaminan dan keamanan atas franchise Anda, maka Anda perlu membuat legal bisnis franchise makanan dan minuman Anda. Anda bisa membuat sertifikat halal dan sertifikat badan POM. Sertifikasi ini akan membuat calon franchisee dan konsumen lebih mantap terhadap bisnis franchise minuman milik Anda terutama pada produk minuman yang Anda jual. Selain itu Anda juga  perlu mendaftarkan bisnis Anda secara hukum. Untuk ini Anda perlu mempelajari syarat-syarat yang harus Anda penuhi untuk menjadi bisnis franchise yang legal. Penuhi semua syarat tersebut sesegera mungkin untuk memudahkan Anda mendaftarkan bisnis franchise minuman Anda secara hukum. Berbadan hukum dan terdaftar akan memberi Anda posisi aman dalam menjalankan bisnis franchise.
  4. Siapkan Staff
    Masih nyambung sih sama tahap persiapan manajemen. Anda sudah menyiapkan sistem manajemen untuk bisnis franchise Anda, kini Anda perlu mempersiapkan tenaga kerja untuk membantu Anda mengelola manajemen sesuai sistem tadi. Sebaiknya Anda mencari yang sudah pengalaman, apalagi bila Anda sebenarnya newbie di dalam bidang franchise. Tapi yang tidak kalah penting carilah tenaga kerja yang berdedikasi, karena kadang justru karyawan berpengalaman malah mebodohi bosnya gara-gara bosnya masih “wong anyar”.
  5. Lakukan Promosi
    Persiapkan materi promosi, tim promosi dan buat perencanaan yang taktis untuk mendapatkan franchisee. Mendapatkan yang pertama selalu paling sulit, ketika Anda sudah mengantongi beberapa franchisee dengan track record positif, Anda bisa saja cukup menunggu dan mereka akan datang sendiri pada Anda. Anda perlu menyusun penawaran dan proposal kerja sama yang informatif, sementara untuk langkah-langkah taktisnya Anda bisa lihat di sini.
  6. Suport sistem
    Nah ini yang terakhir tapi juga paling penting. Kesuksesan sebuah bisnis franchise bergantung pada kesuksesan franchisee. Artinya Anda harus berperan untuk mensukseskan frachisee Anda bila Anda memang ingin sukses. Aktiflah terus memberikan dukungan untuk franchisee Anda baik dengan ketersediaan produk minuman dan segala perangkatnya,ketersediaan booth dan peralatannya termasuk mesin cup sealer,  promosi yang kontinyu hingga proses pengembangan, pendampingan, pengawasan dan pelatihan. Anda bukan atasan dari para franchisee Anda, tapi Anda adalah induk bagi mereka. Jadi keberadaan dan peran  Anda tetap penting dalam kesuksesan usaha mereka.

Itu tadi 6 langkah dari 7 langkah taktis dalam memulai usaha waralaba menurut Mark Siebert. Bagi Anda yang akan memulai bisnis franchise Anda,  semoga tips menjalankan bisnis waralaba ini bisa menjadi pedoman awal Anda dalam melangkah.

(sumber gambar artikel memulai usaha waralaba : www.negosyobuilder.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here