strategi pemasaran hermawan kartajayaAnda mungkin pernah menemukan beberapa usaha yang di-“branding” dengan figur pemiliknya. Kadang hal itu tidak sengaja terjadi.

Tiba-tiba masyarakat sudah mengidentikan sebuah bisnis “A” atau produk “X” misal dengan figur tertentu.

Ya… keberadaan figur kadang bisa menjadi berkah bagi sebuah usaha sekaligus masalah. Figur bisa membuat produk dan usaha Anda lebih cepat populer.

Dengan demikian, otomatis popularitas ini akan memicu permintaan akan produk atau jasa Anda dan menjadi jalan Anda menuju kesuksesan dalam berbisnis.

Tapi terkadang, figur bisa mengantar usaha Anda menuju gerbang kehancuran. Mengapa? Karena salah satu aspek penting di sini adalah nama baik dan pencitraan. Ketika citra yang muncul bersifat negatif, maka usaha Anda makin jauh dari kata sukses.

Baca Juga : Tips Bisnis Sukses Menurut Eksekutif BUMN INTI Indonesia

Nah, kali ini bukausahayuk.com ingin mengutip strategi pemasaran Hermawan Kartajaya, seorang pakar marketing handal tentang branding menggunakan figur atau citra seseorang. Terdapat 3 taktik marketing menurut Hermawan Kartajaya terkait bisnis berbasis citra. Ketiga tipe itu adalah :

  1. Bisnis yang identik dengan citra atau figur seseorang yang terkenal.

Bisnis tipe ini biasanya didirikan oleh seorang figur yang terkenal. Di sini, segala tindakan yang dilakukan oleh sang figur akan menjadi “topik terpanas”. Ketika orang tersebut bermasalah atau melakukan tindakan yang merusak “image” baiknya, Maka jangan terkejut kalau penjualan bisnisnya ikut berantakan.

Langkah yang paling aman jika Anda mengalami situasi ini adalah rebranding… menggantikan figur yang lama dengan figur baru yang diharapkan bisa mendongkrak image “baik” bisnis Anda kembali.

  1. Bisnis yang identik dengan citra dari sebuah tren

Ada persamaan tipe usaha yang satu ini dengan tipe yang kesatu, yaitu munculnya figur sebagai citra. Perbedannya adalah, si figur adalah si pemilik bisnis yang memulai usahanya dari belum sukses menjadi sangat sukses. Contoh yang kongkret adalah Chairul Tanjung, si anak singkong yang tadinya bukan siapa-siapa menjadi pengusaha yang sangat sukses.

Figur ini akan selalu menjadi teladan masyarakat sehingga tindakannya dan keputusannya akan mempengaruhi konsumsi masyarakat. Hanya saja kata Hermawan, untuk mencegah posisi figur model seperti ini menjadi terlalu kuat, Anda harus menciptakan corporate branding sehingga figur perusahaan akan lebih besar di mata masyarakat daripada figur personal. Mengapa demikian? Karena menjaga citra corporate atau perusahaan jauh lebih mudah dibandingkan menjaga citra personal.

  1. Bisnis yang identik dengan citra dari sebuah komunitas

Bisnis yang dibangun dengan menggunakan citra dari sebuah komunitas menjadikan komunitas tersebut menjadi penyokong utama dari citra sebuah bisnis. Contohnya adalah LSM, organisasi kemasyarakatan atau komunitas tertentu.

Model bisnis yang seperti ini cara pencitraannya jauh lebih mudah untuk Anda jaga. Apa sebabnya? Sebabnya karena figur tipe ini bersifat kumulatif. Dan tindakan yang dihasilkan merupakan buah dari keputusan bersama para member atau anggotanya.

Hanya saja, Anda perlu melihat komunitas tersebut dengan lebih seksama. Karena jika satu saja anggotanya bertindak negatif, mereka akan dikaitkan dengan komunitas tersebut dan tentu saja akan merusak citra bisnis Anda.

Itu tadi tiga tipe bisnis berbasis citra menurut Hermawan Kertajaya. Semoga tips marketing Hermawan Kartajaya di atas bisa memberi tambahan Anda tentang bagaimana cara menggunakan citra figur yang kadangkala sudah terlanjur muncul dalam bisnis Anda. Ada yang mau Anda tanyakan terkait strategi pemasaran Hermawan Kartajaya ini?

(sumber gambar artikel strategi pemasaran hermawan kartajaya : www.icsb2015.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

twenty + 18 =