usaha modal 2 jutaUsaha Modal 2 Juta dengan Jajanan Siomay – Belakangan muncul trend usaha siomay di beberapa kota. Biasanya siomay disajikan dalam 4 gaya hidangan, siomay bumbu kacang, siomay kuah, siomay goreng bumbu kacang dan terakhir siomay goreng kuah.

Yang menarik Anda bisa memulai bisnis siomay ini sebagai usaha modal 2 juta. Padahal soal potensi  hasil, usaha siomay ini sedang banyak digandrungi segala kalangan. Tidak dipungkiri, siomay adalah jenis jajanan khas Indonesia yang sangat disukai pasar, dari segala kalangan dan usia.

Baca Juga : 4 Ide Usaha Modal 1 Juta

Dan dengan menghadirkan varian yang beragam, siomay ini memberi sesuatu yang lebih dari sekedar jajanan siomay yang biasa Anda kenal. Ragam varian ini akan memberi konsumen banyak pilihan untuk dijajal dan membuat hidangan siomay hadir untuk segala kelompok dan usia. Ini bisa menyiasati selera konsumen yang berbeda.

Salah satu contoh pelaku usaha siomay yang menjalankannya sebagai usaha modal 2 juta adalah Lukman. Pria berusia 33 tahun ini membuka sebuah kedai kecil dengan gerobak di salah satu sudut kota Gombong, Kebumen.

Modalnya benar-benar hanya 2 juta yang dia alokasikan untuk biaya pembelian gerobak bekas, renovasi gerobak, pembelian peralatan masak, sewa tempat dan pembelian bahan baku. Modal 2 juta juga beliau dapatkan dari program bantuan UKM dari desa tempatnya tinggal.

Saat ini memang di kawasan pedesaan terdapat program permodalan kredit bunga kecil dengan dana maksimal 3 juta per kepala keluarga.  Dana inilah yang Lukman manfaatkan sebagai modal awal usaha siomaynya.

Ide membuka usaha kecil modal 2 juta Lukman dapatkan begitu salah seorang tetangganya menceritakan rencananya untuk menjual sebuah gerobak jualan yang selama ini digunakan sebagai gerobak gorengan. Mendapat harga miring sebesar 600 ribu, Lukman langsung mencari akal mendapatkan modal demi bisa menebus gerobak tersebut.

Ide berjualan siomay justru datang dari sang istri yang asli Jawa Barat. Sang istri pernah menjadi karyawan sebuah kedai siomay di kota Bandung dan sang istri pula yang mengatakan kalau sekarang sedang trend siomay kuah yang memanfaatkan kuah serupa dengan bakso sebagai pengiring sajian siomay.

Hidangan ini digemari karena mengubah siomay menjadi hidangan segar sekaligus menghangatkan.

Demi bisa mengembangkan usaha siomay, Lukman rela melakukan survey demi bisa mendapatkan suplai bahan baku yang sesuai dengan kualitas sesuai harapan.

Beruntung beberapa kali pria beranak satu ini bisa menemukan penyedia bahan baku yang sekiranya bisa memenuhi kebutuhan produksinya. Lukman juga sedikit merubah dapur rumahnya supaya bisa untuk kapasitas produksi siomay.

Setelah Lukman memutuskan bentuk usaha modal  juta yang dia miliki akan bergerak dalam penjualan siomay, Lukman masih dibuat bingung akan membuka kedainya di mana.

Setelah mencari tau ke beberapa lokasi, beliau mendapat ide untuk membuka kedai siomaynya tepat di depan sebuah supermarket lokal di kotanya. Namun sudah tentu bila Lukman harus mendirikan usahanya di dalam kawasan supermarket, dia pasti akan dikenakan biaya sewa yang berat.

Itu sebabnya, Lukman memilih menjual siomaynya tepat di seberang supermarket ini. Di sebuah pekarangan dari sebuah perkantoran skala kecil di depan area supermarket.

Beruntung sang pemilik kantor tidak mengenakan biaya apapun sementara Lukman menggunakan pekarangan kantor tersebut di malam hari sebagai usaha. Lukman hanya diminta membantu iuran listrik dan iuran keamanan sekedarnya saja.

Berlokasi tepat di depan area yang terbilang selalu ramai disambangi orang, dilengkapi pula dengan gerobak yang sengaja Lukman cat dalam warna cerah serta lampu yang terang, tak sulit membuat banyak orang penasaran menjajal siomay yang Lukman tawarkan.

Baca Juga : Usaha Modal 10 Juta? Buat Siomay Warung Tenda

Soal harga Lukman juga membandrol siomay buatannya dengan harga yang tergolong murah, satu potong siomay dibandrol dengan harga hanya Rp 1 ribu saja. Padahal Lukman tetap memanfaatkan jenis ikan laut untuk memberi rasa dan aroma khas pada siomay buatannya. Jadi hidangan siomay kaki lima ala Lukman tetap nikmat sekalipun murah meriah.

Lukman akui dia tidak melakukan banyak upaya pemasaran. Bisa kami katakan pemilihan lokasinya yang sangat strategis dan penataan display dan tampilan gerobak yang menarik menjadi kekuatan dari pemasaran Lukman. Sisanya tidak ada langkah promosi langsung yang Lukman jalankan demi meningkatkan penjualan.

Dalam pekan pekan pertama Lukman sudah bisa mencatatkan penjualan yang memuaskan. Omset penjualan Lukman sudah mencapai angka Rp 180 ribu per malam dalam tempo dua minggu usaha modal 2 jt miliknya berjalan.

Dari satu pembeli yang terpuaskan datang pembeli baru yang datang dari rekomendasi rekan mereka. Selain itu banyak pula pembeli lama yang selalu datang dalam beberapa kali untuk menikmati siomay milik Lukman. Kadang beberapa pelanggan memesan siomay buatan Lukman dalam jumlah besar untuk sajian syukuran, ulang tahun sampai acara pertemuan.

Kini usaha Lukman sudah berjalan 5 bulan dan Lukman akui usahanya mulai menunjukan hasil memuaskan. Keuntungan relatif fluktuatif, tetapi secara rata-rata bisa mencapai nilai omset 250 ribu perharinya. Angka ini termasuk margin pada kisaran 25 %. Bisa Anda bayangkan, dari usaha modal 2 juta ini Anda bisa hasilkan sekitar 1,8 juta perbulan. Bukankah hasil yang sangat fantatis?

(sumber gambar artikel usaha modal 2 juta : zh.wikipedia.org)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

20 − two =