usaha pembuatan gentengKalau Anda sedang mencari usaha dengan hasil yang cukup lumayan, ada satu usaha yang cukup menjanjikan untuk Anda coba. Modal usahaya terhitung skala menengah tapi hasilnya sangat menjanjikan.

Mau tahu jenis usahanya? Usaha pembuatan genteng beton !! Modal utamanya adalah “seperangkat” mesin genteng. Nantinya mesin genteng ini akan bekerja secara berkesinambungan sampai Anda menghasilkan genteng siap jual.

Nah, buat Anda yang sama sekali nggak kebayang gimana caranya memproduksi genteng dengan semua peralatan  tersebut, bukausahayuk.com siap dengan informasi mengenai sistem produksi genteng dengan rangkaian mesin genteng. Seperti ini penjelasannya…

Untuk membuat genteng beton, Anda hanya memerlukan bahan baku semen, pasir dan kapur mill. Campuran ketiganya dalam komposisi 1 : 2 : 2.  Komposisi ini adalah adonan ideal untuk mendapatkan genteng beton yang halus dan tahan lama.

Langkah-langkahnya sebagai berikut :

  1. Pada tahap pertama Anda perlu mengayak pasir bakal adonan dengan mesin ayakan pasir. Saya sudah pernah membahas mengenai mesin ini beberapa waktu lalu. Dari mesin ini Anda bisa mendapatkan pasir bakal adonan yang halus dan lepas dari partikel besar non pasir.  Pada tahap ini Anda sudah menggunakan mesin genteng tahap pertama yakni mesin ayakan pasir.
  2. Pada tahap kedua, pasir hasil ayakan tadi akan Anda campur dengan semen dan kapur mill dalam mesin genteng jenis mixer kering.  Fungsi dari mesin ini adalah mencampur seluruh adonan kering hingga rata dalam konsentrat yang sama dan dalam komposisi yang tepat.
  3. Pada tahap ketiga, adonan kering hasil pencampuran tadi Anda campur dalam air hingga menjadi adonan basah. Proses pengadonan Anda lakukan dalam mesin genteng jenis mixer basah.  Posisi ini penting untuk memastikan kekentalan adonan sudah sesuai dengan ketercampuran adonan kering dengan air yang sempurna.
  4. Adonan siap dan Anda bisa langsung pada tahap ke empat, yakni mencetak genteng beton dengan mesin cetak genteng.
  5. Setelah genteng tercetak sempurna, Anda tinggal melalui proses penjemuran, perendaman dan pengeringan dan pengecatan. Secara keseluruhan proses produksi mencapai waktu 2 mingguan.

Anda bisa lihat dari rangkaian proses tadi, ada serangkaian mesin genteng yang bekerja berkesinambungan dalam proses produksi yakni mesin ayakan pasir, mesin mixer kering, mesin mixer basah dan mesin pencetak genteng. Tapi kunci utama dari rangkaian mesin genteng beton ini terletak pada mesin pencetak genteng.

Yang menarik, mesin genteng dari usaha pembuatan genteng beton ini merupakan pengembangan dari mesin genteng pencetak konvensional yang bekerja dalam sistem yang lebih kompleks dan ukuran lebih besar.

Meski ukuran mesin genteng ini relatif lebih kecil, mesin ini tetap mampu berproduksi secara agresif. Jadi hasilnya tetap mampu mengejar target produksi. Hebatnya, dari satu jenis mesin ini saja, Anda sudah bisa membuat beragam model genteng beton karena produsen mesin sudah menyertakan beragam cetakan dalam paket.

Dengan kapasitas produksi 1000 lembar genteng beton per hari, mesin ini terhitung produktif. Padahal mesin ini hanya membutuhkan tenaga listrik sebesar 4.2 kilowatt. Atau total sekitar 15 kva untuk total keseluruhan kebutuhan listrik dari seluruh mesin.

Pertanyaan selanjutnya adalah berapa total modal yang dibutuhkan untuk membeli mesin-nesin tersebut? Total modal yang Anda butuhkan sekitar 200 jutaan. Besar juga ya? Makanya tadi kami katakan kalau usaha pembuatan genteng beton tergolong usaha kelas menengah, karena modalnya cukup besar. Rinciannya adalah sebagai berikut :

  1. Pembelian mesin ayakan pasir : Rp. 12.000.000,-
  2. Mesin mixer kering :  Rp. 30.000.000,-
  3. Mesin mixer basah : Rp. 35.000.000,-
  4. Mesin pencetak : Rp. 75.000.000,-
  5. Bangunan produksi : Rp. 30.000.000,-
  6. Modal kerja awal : Rp. 18.000.000,-

Nah, dari modal awal 200 juta berapa hasil yang bisa Anda dapatkan? Anggap keuntungan bersih Anda adalah 15%. Kemudian anggap produksi perbulan Anda adalah 26.000 buah (1000 genteng per hari x 26 hari). Kemudian kisaran harga jual per genteng beton adalah Rp. 4.500,-.

Jika Anda bisa menjual seluruh genteng Anda dalam satu bulan, maka omset Anda dalam satu bulan adalah (1000 buah x 26 hari) x Rp. 4.500,- = Rp. 117.000.000,-. Jadi untung bersih Anda adalah 15% x 117.000.000,- = Rp. 17.550.000,-.

Lumayan kan? Jadi meski Anda harus mengeluarkan modal awal yang relatif besar, hasilnya ternyata cukup menggiurkan. Bagaimana sekarang? Anda tertarik menjalankan usaha pembuatan genteng beton ini?

(sumber gambar artikel usaha pembuatan genteng : www.birobangunan.blogspot.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

two × three =